Hai nama saya indah indah, duduk disalah satu universitas
swasta di Jakarta semester 3, mengambil kuliah di bidang studi teknik industri.
Harapan di 2014 ini Indonesia semakin maju di bidang pariwisata hehehe karena
saya suka sekali tempat tempat indah contohnya jogja, bali, solo dan sebagainya
termasuk wisata kulinernya. Ditahun 2014 ini saya berumur 19 tahun (seperti
anak bawang yang kecepetan masuk kuliah) kata orang orang sih gitu. Harapan buat
sendiri di 2014 ini yaitu ipk naik (amin) semakin rajin ga meles malesan lagi,
ga boleh manja sama orang tua, semakin tinggi, semakin dewasa, semakin saying sama
mantan *eh (gagal moveon) . Untuk Indonesia dan untuk dunia sadarlah hutan kita
sebagai paru paru atau jantung bumi ini harus kita selamatkan dari tangan
tangan manusia yang tidak bertanggung jawab, jangan tebangi pohon pohon
disekitar kita, beri rumah bagi hewan hewan yang udah semakin langka karena
rumah mereka kita rusak. Sayangin semua makhluk di bumi ini yaaaa diantaranya
tumbuhan dan hewan. Tanami pohon pohon mangfove agar pantai pantai di indoneia
dan dunia tidak semakin terkikis dan daratan tidak akan menyempit. Karena semakin
hijau bumi ini semakin sehat karena memiliki tugas masing masing yaitu menyerap
karbondioksida dan dapat menghasilkan oksigen yang kita manfaatkan untuk
bernafas, udara yang sehat membuat kita pun sehat. ;)
Sabtu, 11 Januari 2014
RENDANG
Rendang atau randang adalah masakan daging bercita rasa pedas yang menggunakan campuran dari berbagai bumbu dan rempah-rempah. Masakan ini dihasilkan dari proses memasak yang dipanaskan berulang-ulang dengan santan kelapa. Proses memasaknya memakan waktu berjam-jam (biasanya sekitar empat jam) hingga kering dan berwarna hitam pekat. Dalam suhu ruangan, rendang dapat bertahan hingga berminggu-minggu. Rendang yang dimasak dalam waktu yang lebih singkat dan santannya belum mengering disebut kalio, berwarna coklat terang keemasan.
Rendang dapat ditemukan di Rumah Makan Padang di seluruh dunia. Masakan ini populer di kalangan masyarakat Indonesia dan negara-negara diAsia Tenggara, seperti Malaysia, Singapura, Brunei, Filipina, dan Thailand. Di daerah asalnya, Minangkabau, rendang disajikan dalam berbagai upacara adat dan perhelatan istimewa. Meskipun rendang merupakan masakan tradisional Minangkabau secara umum, masing-masing daerah di Minangkabau memiliki teknik memasak dan penggunaan bumbu yang berbeda.
Pada tahun 2011, rendang dinobatkan sebagai hidangan peringkat pertama dalam daftar World's 50 Most Delicious Foods (50 Hidangan Terlezat Dunia) yang digelar oleh CNN International.
Washington, D.C - Polling CNN telah membuktikan bahwa rendang nomor 1 di antara 50 Masakan Terlezat di Dunia. Para chef Amerika ini mengangkat 30 ikon kuliner Indonesia lainnya ke tingkat haute cuisine.
Menikmati masakan Indonesia di restoran biasa pada galibnya dijejal dan ditumpuk dalam satu piring, suatu teknik penyajian yang secara umum bisa membuyarkan selera. Apalagi bagi kalangan tertentu penyajian seperti itu tentu kurang representatif.
Beberapa chef Amerika menyulap 30 masakan Indonesia menjadi grande cuisine atau haute cuisine, memasak dengan proses, seni penyajian dan citarasa tinggi, terbagi dalam appetizer (hidangan pembuka), main course(hidangan utama) dan dessert (hidangan penutup).
Mereka adalah Nathan Guertin dari Boston Massachusetts, Robin Butterhof dari Washington D.C, Michelle Youngs dari Schenectady, New York, dan Titik Suprapti dari California, semuanya para finalis Indonesian Cuisine Cooking Contest (ICCC), yang diselenggarakan oleh KBRI Washington, D.C. bekerjasama dengan Culinary School Department-Stratford University di Virginia.
"Sajian menawan dengan citarasa tinggi hasil transformasi para jurumasak Amerika itu telah mengundang decak kagum para juri dan penonton," Heru H. Subolo, Kepala Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Washington mengenang kompetisi pada 21-22 November 2013 lalu.
Dari tangan mereka itu tersaji masakan Indonesia dengan penampilan lebih representatif tetapi rasanya tetap otentik, antara lain Burger Sate Maranggi, Short Ribs dengan kombinasi Saus Rendang, beragam transformasi dari kolak pisang, klapertart, dan lain sebagainya.
"Kompetisi ini dimaksudkan untuk mengenalkan masakan Indonesia di kalangan ahli makanan, jurumasak dan masyarakat umum di AS dengan harapan makanan Indonesia dapat lebih dikenal dan diadopsi di AS," jelas Dubes RI Dr. Dino Patti Djalal pada sambutan penutupan, sebelum diplomat karir ini resmi mengakhiri tugasnya di Negeri Paman Sam itu.
Menikmati masakan Indonesia di restoran biasa pada galibnya dijejal dan ditumpuk dalam satu piring, suatu teknik penyajian yang secara umum bisa membuyarkan selera. Apalagi bagi kalangan tertentu penyajian seperti itu tentu kurang representatif.
Beberapa chef Amerika menyulap 30 masakan Indonesia menjadi grande cuisine atau haute cuisine, memasak dengan proses, seni penyajian dan citarasa tinggi, terbagi dalam appetizer (hidangan pembuka), main course(hidangan utama) dan dessert (hidangan penutup).
Mereka adalah Nathan Guertin dari Boston Massachusetts, Robin Butterhof dari Washington D.C, Michelle Youngs dari Schenectady, New York, dan Titik Suprapti dari California, semuanya para finalis Indonesian Cuisine Cooking Contest (ICCC), yang diselenggarakan oleh KBRI Washington, D.C. bekerjasama dengan Culinary School Department-Stratford University di Virginia.
"Sajian menawan dengan citarasa tinggi hasil transformasi para jurumasak Amerika itu telah mengundang decak kagum para juri dan penonton," Heru H. Subolo, Kepala Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Washington mengenang kompetisi pada 21-22 November 2013 lalu.
Dari tangan mereka itu tersaji masakan Indonesia dengan penampilan lebih representatif tetapi rasanya tetap otentik, antara lain Burger Sate Maranggi, Short Ribs dengan kombinasi Saus Rendang, beragam transformasi dari kolak pisang, klapertart, dan lain sebagainya.
"Kompetisi ini dimaksudkan untuk mengenalkan masakan Indonesia di kalangan ahli makanan, jurumasak dan masyarakat umum di AS dengan harapan makanan Indonesia dapat lebih dikenal dan diadopsi di AS," jelas Dubes RI Dr. Dino Patti Djalal pada sambutan penutupan, sebelum diplomat karir ini resmi mengakhiri tugasnya di Negeri Paman Sam itu.
Penyadapan
Kupang (Antara) - Peraih Civil Justice Award Nasional 2013 dari Aliansi Pengacara Australia Ferdi Tanoni mengatakan Australia telah melanggar kedaulatan NKRI ketika menghalau masuknya sebuah perahu yang mengangkut sekitar 45 orang imigran gelap pada Senin (6/1).
"Ada tiga kapal perang AL Australia dan enam buah kapal cepat (speed boat) Australia menghalau para imigran tersebut sampai menggiring mereka masuk ke wilayah perairan Indonesia di dekat Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur. Ini sebuah bentuk pelecehan yang harus diambil tindakan tegas oleh Jakarta," katanya di Kupang, Selasa.
Mantan agen imigrasi Kedubes Australia itu mengatakan sebagai bangsa yang bermartabat, Australia sepatutnya menghormati kedaulatan NKRI, bukan menciptakan permusuhan dengan tingkah laku arogan dan menganggap Indonesia sebagai bangsa yang tidak ada artinya apa-apa di depan mata Australia.
Tanoni yang juga Ketua Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB) itu menambahkan pemerintahan koalisi Australia pimpinan PM Tony Abbott perlu menciptakan suasana persahabatan yang saling menghormati terhadap hak kedaulatan masing-masing negara, dengan membangun sebuah kerja sama komplementer yang saling melengkapi guna mensejahterakan rakyatnya masing-masing.
Ia juga mengharapkan Pangkalan Utama TNI-AL (Lantamal) Kupang meningkatkan misi operasinya ke wilayah Laut Timor untuk melindungi nelayan Indonesia yang mencari ikan dan biota laut lainnya di wilayah perairan tersebut, sekaligus mencegah tindakan arogan Australia yang memasuki wilayah perairan Indonesia dengan semena-mena.
Aksi kapal perang AL Australia yang memasuki wilayah perairan Indonesia secara semena-mena itu, setelah Kepolisian Resor Rote Ndao di Pulau Rote, sekitar 40 mil dari Kupang, Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Timur mengamankan 45 imigran gelap asal Timur Tengah yang terdampar di Dusun Kakaek, Desa Lenupetu, Kecamatan Pantai Baru, Kabupaten Rote Ndao di Pulau Rote, Senin (6/1).
Menurut keterangan Yusuf Ibrahim (28), salah seorang imigran kepada aparat kepolisian di Mapolres Rote Ndao, kapal yang mereka tumpangi itu digiring oleh tiga kapal perang AL Australia dan enam buah kapal cepat (speed boat) yang digunakan Marinir Australia, sampai ke wilayah perairan Indonesia di dekat Pulau Rote.
Yusuf Ibrahim kemudian menunjukkan bukti pelanggaran kedaulatan NKRI tersebut berupa JPS yang menunjukkan bahwa kapal perang AL Australia tersebut telah memasuki wilayah perairan Indonesia, sekitar tujuh mil dari daratan Pulau Rote.
"Kami sempat ditahan selama satu setengah hari di perbatasan perairan RI-Australia tanpa diberi makan oleh patroli AL Australia. Ada empat orang rekan saya, malah disiksa dengan memegang knalpot mesin kapal saat digiring masuk ke dalam ruang mesin, sehingga membuat tangan mereka terluka," katanya mengisahkan.
Kapolres Rote Ndao AKBP Hidayat yang dihubungi secara terpisah mengatakan para imigran tersebut berangkat dari Pulau Kendari di Sulawesi Tenggara pada 21 Desember 2013 dan tiba di Australia pada 1 Januari 2014, namun langsung dihadang dan digiring keluar oleh patroli AL Australia dengan menggunakan tiga buah kapal perang tersebut.
"Para imigran tersebut tiba di perairan Pulau Rote pada 6 Januari 2014 sekitar pukul 02.00 WITA pada Senin dini hari, namun baru diketahui oleh warga Desa Lenupetu di Kecamatan Pantai Baru pada pukul 06.00 WITA. Warga langsung melaporkan kasus tersebut, dan kami langsung mengambil tindakan pengamanan," kata Hidayat.
Para imigran tersebut terdiri dari 36 laki-laki dan sembilan orang perempuan. Dari jumlah tersebut, tercatat yang berkewarganegaraan Somalia sebanyak 28 orang, Sudan sembilan orang, Mesir tiga orang, Nigeria dua orang serta Yaman, Ghana dan Libanon masing-masing satu orang.
Kepala Imigrasi Kupang Silvester Sili Laba yang dihubungi secara terpisah mengatakan para imigran tersebut akan ditampung sementara di bekas Kantor Imigrasi Kupang, karena rumah detensi Imigrasi Kupang telah penuh dengan para imigran yang memiliki misi yang sama untuk mencari suaka di Australia.
Pengamat hukum internasional dari Fakultas Hukum Universitas Nusa Cendana Kupang Wilhelmus Wetan Songa mengatakan tindakan yang dilakukan oleh patroli AL Australia tersebut harus disikapi secara tegas oleh Jakarta dengan cara melayangkan surat protes kepada PM Australia Tony Abbott atas tindak yang tidak menghargai kedaulatan negara lain itu.
"Saya sependapat dengan Pak Ferdi Tanoni, bahwa Jakarta harus segera mengambil tindakan tegas agar tidak dipandang enteng oleh Australia. Kita adalah bangsa besar yang patut dihormati oleh bangsa lain di dunia ini. Jika ada negara lain tidak mau menghargai kita, kita juga perlu mengambil tindakan tegas atas tindakan tidak menghormat itu," katanya.
Menurut dia, Australia sudah berulang kali melakukan tindakan tidak terpuji terhadap Indonesia lewat skandal penyadapan beberapa waktu lalu, kini kembali berulah dengan melanggar wilayah kedaulatan NKRI saat mengusir pulang para imigran yang hendak mencari suaka di negeri Kanguru itu.
Ia menambahkan pemerintahan PM Australia Tony Abbott harus menyampaikan permintaan maaf kepada Indonesia atas tindakan AL Australia tersebut, karena bukanlah sebuah persoalan sepeleh dalam membangun hubungan persahabatan antarbangsa.
Ia juga meminta TNI-AL meningkatkan operasi pengamanan di wilayah perairan Laut Timor yang kaya akan minyak dan gas bumi tersebut agar tindakan nakal patroli AL Australia tersebut bisa dapat dicegah.
"Selama patroli AL Indonesia tidak kontinyu melaksanakan operasi pengamanan di wilayah Laut Timor dan sekitarnya, patroli AL Australia akan dengan leluasa memasuki wilayah perairan kita, karena jarak antara Pulau Rote dengan gugusan pulau pasir (ashmore reef) hanya ditempuh empat jam pelayaran dari pulau terselatan Indonesia itu," demikian Wilhelmus Wetan Songa.
kemacetan adalah urusan daerah atau kepala daerah?
Kemacetan Lalu Lintas di jalan raya menjadi suatu persoalan yang rumit. Sebenernya ini merupakan hal yang tidak aneh terutama kota-kota besar di Indonesia. Akhir-akhir ini kemacetan lalu lintas semakin parah, harus sudah di pikirkan bagaimana cara mengatasi masalah ini. Jika di perhatikan pada waktu-waktu tertentu lalu lintas di jalan-jalan tampak macet. Pada pagi hari, kemacetan lalu lintas mulai terasa ketika warga masyarakat mulai berangkat ke tempat mereka bekerja dan para pelajar mulai berangkat ke sekolah. Pada siang hari kemacetan lalu lintas semakin parah dan tidak terkendalikan lagi.
Banyak hal yang menjadi kemacetan lalu lintas. Pertama, adanya persilangan dengan jalan kereta api. Kedua, semakin banyak kendaraan berlalu lalang di jalan-jalan. Ketiga, banyak jalan di gunakan sebagai tempat parkir kendaraan dan sebagai tempat pedagang kaki lima berjualan. Keempat sering terjadi lampu lalu lintas mati. Kelima, sikap kurang terpuji para pengemudi, seperti memberhentikan kendaraan tidak pada tempatnya dan saling mendahului dengan kendaraan lain. Keenam tidak adanya polisi lalu lintas pada tempat tugasnya apalagi pada saat lampu lalu lintas mati.
Dengan demikian akibat kemacetanpun muncul, seperti waktu yang terbuang percuma., selain itu bahan bakar juga terbuang percuma. Kemacetan lalu lintas juga dapat mengakibatkan polusi udara dan suara. Bahkan dapat mengakibatkan stress yang menyerang kesehatan rohani kita.
Oleh karena itu harus di pikirkan bagaimana solusi yang harus dilakukan untuk mengatasi kemacetan lalu lintas. Penyebab kemacetan salah satunya adalah pertumbuhan yang tidak seimbang antara jalan dan kendaraan pribadi. Hal ini di pengaruhi oleh daya beli serta pentingnya mobilitas. Kemacetan lalu lintas juga terkait dengan perencanaan kota, manajemen lalu lintas, serta prilaku dan di siplin manusianya sebagai pengguna jalan. Selain itu hal ini di dukung dengan meningkatnya jumlah populasi yang ada pada kota-kota besar tiap tahunya
kesimpulan yang dapat saya ambil adalah bahwa masalah kemacetan lalu lintas yang terjadi di kota-kota besar khususnya di Indonesia merupakan masalah kita bersama, yaitu dengan meningkatkan kedisiplinan dan menaati semua peraturan mengenai lalu lintas, tidak hanya itu kita juga harus mempunyai jiwa dan raga yang sehat karena dalam berkendara apabila kita terjebak macet, pasti mengakibatkan seseorang menjadi emosional karena terbawa oleh keadaan. Dan yang lebih parah kemacetan juga dapat mengakibatkan stress, oleh karena itu kita harus bisa mengendalikan diri, lebih sabar, dan lebih meningkatkan kedisiplinan dalam berkendara. Dapat juga di ketahui bahwa dalam mengatasi sebuah permasalahan tentang kemacetan lalu lintas itu tidak bisa di lakukan secara maksimal, karena dalam mengatasi hal ini juga di perlukan kebersamaa dan kesadaran diri masing-masing akan tingkah laku yang di perbuat oleh setiap orang.
Langganan:
Komentar (Atom)