Standard Teknik adalah
serangkaian eksplisit persyaratan yang harus dipenuhi oleh bahan, produk, atau
layanan. Jika bahan, produk atau jasa gagal memenuhi satu atau lebih dari
spesifikasi yang berlaku, mungkin akan disebut sebagai berada di luar
spesifikasi. Sebuah standard teknik dapat dikembangkan secara pribadi, misalnya
oleh suatu perusahaan, badan pengawas, militer, dan lain-lain: ini biasanya di
bawah payung suatu sistem manajemen mutu. Mereka juga dapat dikembangkan dengan
standar organisasi yang sering memiliki lebih beragam input dan biasanya
mengembangkan sukarela standard. Hal ini bisa menjadi wajib jika diadopsi oleh
suatu pemerintahan, kontrak bisnis, dan lain-lain. Istilah standard teknik yang
digunakan sehubungan dengan lembar data (lembar spec). Sebuah lembar data
biasanya digunakan untuk komunikasi teknis untuk menggambarkan karakteristik
teknis dari suatu item atau menggunakan produk. Hal ini dapat diterbitkan oleh
produsen untuk membantu orang memilih produk atau untuk membantu orang
mengetahui kualitas produkyang akan dibeli. Berikut ini merupakan macam-macam
standar teknik dalam bidang teknik industri.
1. American National Standards
Institute (ANSI) sebagai suara standar AS dan sistem penilaian kesesuaian. ANSI
memberdayakan anggotanya dan konstituen untuk memperkuat posisi pasar AS dalam
ekonomi global sambil membantu untuk menjamin keselamatan dan kesehatan
konsumen dan perlindungan dari lingkungan. Ada banyak peralatan proteksi yang
ada pada bay penghantar maupun bay trafo. masing-masing peralatan proteksi
tersebut dalam rangkaian suatu garis digambarkan dalam bentuk lambang atau
kode. Berikut adalah kode dan lambang rele Proteksi berdasarkan standar ANSI
C37-2 dan IEC 60617.
2. American
Society of Mechanical Engineers (ASME) adalah asosiasi profesional yang,
"mempromosikan seni, ilmu pengetahuan, dan praktik rekayasa multi disiplin
ilmu dan kerja
sama diseluruh dunia" dengan melalui "pembangunan pendidikan, pelatihan dan
profesional lanjutan , kode dan
standar, penelitian, konferensi dan publikasi, hubungan dengan pemerintah, dan
bentuk lain dari jangkauan". Maka dari itu, ASME adalah masyarakat teknik, organisasi standar, sebuah
organisasi penelitian dan pengembangan, sebuah organisasi lobi, penyedia
pelatihan dan pendidikan, dan organisasi nirlaba. Didirikan sebagai masyarakat
rekayasa berfokus pada teknik mesin di Amerika Utara, ASME telah menjadi multi
disiplin dan global.
ASME didirikan pada tahun 1880 oleh Alexander Lyman Holley, Henry
Rossiter Worthington, John Edison Sweet and Matthias N. Forney dalam menanggapi
berbagai kegagalan uap boiler tekanan bejana. Dikenal untuk menetapkan kode dan
standar untuk perangkat mekanik, ASME melakukan salah satu operasi terbesar
didunia penerbitan teknis, menyelenggarakan konferensi teknis banyak dan
ratusan kursus pengembangan professional setiap tahun, dan
mensponsori penjangkauan banyak dan program pendidikan.
3. BSI Standar adalah Inggris Badan
Standar Nasional (NSB) dan merupakan pertama di dunia. Ia mewakili kepentingan
Inggris ekonomi dan sosial di semua organisasi standar Eropa dan internasional
dan melalui pengembangan solusi informasi bisnis untuk organisasi Inggris dari
semua ukuran dan sektor. BSI Standar bekerja dengan industri manufaktur dan
jasa, bisnis, pemerintah dan konsumen untuk memfasilitasi produksi standar
Inggris, Eropa dan internasional. Bagian dari BSI Group, BSI Standar memiliki
hubungan kerja yang erat dengan pemerintah Inggris, terutama melalui Departemen
Inggris untuk Bisnis, Inovasi dan Keterampilan (BIS). BSI Standar adalah
nirlaba mendistribusikan organisasi, yang berarti bahwa setiap keuntungan yang
diinvestasikan kembali ke dalam layanan yang disediakan Sejak didirikan pada
tahun 1901 sebagai Komite Standar Teknik, BSI Group telah tumbuh menjadi sebuah
organisasi global yang independen terkemuka yang menyediakan jasa solusi bisnis
berbasis standar di lebih dari 140 negara.
4. American
Society untuk Pengujian dan Material (ASTM), adalah pemimpin global yang diakui
dalam pengembangan dan pengiriman standar internasional konsensus sukarela.
Hari ini, sekitar 12.000 ASTM standar yang digunakan di seluruh dunia untuk
meningkatkan kualitas produk, meningkatkan keamanan, memfasilitasi akses pasar
dan perdagangan, dan membangun kepercayaan konsumen. ASTM kepemimpinan dalam
pembangunan standar internasional didorong oleh kontribusi dari anggotanya:
lebih dari 30.000 pakar top dunia teknis dan profesional bisnis yang mewakili
135 negara. bekerja dalam suatu proses terbuka dan transparan serta menggunakan
infrastruktur canggih elektronik ASTM, anggota ASTM memberikan metode
pengujian, spesifikasi, panduan, dan praktek-praktek yang mendukung industri
pemerintahan diseluruh dunia.
5. Standart
Nasional Indonesia (SNI) adalah
satu-satunya
standart yang berlaku secara nasional di Indonesia, dimana semua produk atau
tata tertib pekerjaan harus memenuhi standart SNI ini. Agar SNI memperoleh
keberterimaan yang luas antara para stakeholder, maka SNI dirumuskan dengan
memenuhi WTO Code of good practice, yaitu.
a) Openess: Terbuka
agar semua stakeholder dapat berpartisipasi dalam pengembangan SNI.
b) Transparency: agar
stakeholder yang berkepentingan dapat mengikuti perkembangan SNI dari tahap
pemrograman dan perumusan sampai ke tahap penetapannya.
c) Consensus
and impartiality : agar semua stakeholder dapat menyalurkan
kepentingannya dan diperlakukan
secara adil.
d) Effectiveness
and relevance: memfasilitasi perdagangan karena memperhatikan kebutuhan pasar dan
tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
e) Coherence: Koheren
dengan pengembangan standar internasional agar perkembangan pasar negara
kita tidak terisolasi dari perkembangan pasar global dan memperlancar
perdagangan internasional.
STANDAR MANAJEMEN
Standar Manajemen adalah serangkaian
syarat-syarat dan sistem-sistem yang harus dipenuhi dalam mengatur permasalahan
yang ada di dalam suatu bidang. Standar-standar manajemen terdiri dari Standard
Manajemen Mutu, ISO 9000, Sistem Manajemen Produksi TQM, Six Sigma Standard
Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, OHSAS 18000, Standard Manajemen
Lingkungan dan ISO 14000.
1. ISO
9001
Standar manajemen adalah
struktur tugas, prosedur kerja, sistem manajemen dan standar kerja dalam bidang
kelembagaan, usaha serta keuangan. Namun pengertian standar manajemen mutu,
yaitu untuk mendukung standarisasi pada setiap mutu produk yang di hasilkan
perusahan maka hadirlah Organisasi Internasional untuk Standarisasi yaitu
Internasional Organization for Standardization (ISO) berperan sebagai badan
penetap standar internasional yang terdiri dari wakil-wakil badan standarisasi
nasional setiap Negara.
ISO didirikan pada 23 februari
1947, ISO menetapkan standar-standar industrial dan komersial dunia, ISO adalah
jaringan institusi standar nasional dari 148 negara, pada dasarnya satu anggota
pernegara, ISO bukan organisasi pemerintah ISO menempati
posisi spesial diantara pemerintah dan swasta. Oleh karena itu, ISO mampu
bertindak sebagai organisasi yang menjembatani dimana konsensus dapat diperoleh
pada pemecahan masalah yang mempertemukan kebutuhan bisnis dan kebutuhan
masyarakat. Proses sertifikasi untuk persyaratan
Standar Sistem Manajemen Mutu, misalnya ISO 9001:2000, adalah diakui sebagai
suatu upaya dan cara uji dari peningkatan kinerja dan produktifitas perusahaan
dan juga sebagai pembanding terhadap hasil kerja dan pencapaian keunggulan
bisnis. Yang dimaksud mutu disini adalah gambaran dan karakteristik konsumen
atau pelanggan dari barang atau jasa yang menunjukan kemampuannya dalam
memuaskan konsumen sesuai dengan kebutuhan yang di tentukan.
2.
ISO 9000
ISO 9000 merupakan suatu seri dari
standar-standar internasional untuk sistem kualitas, yang menspesifikasikan
persyaratan-persyaratan dan rekomendasi untuk desain dan untuk penilaian dari
suatu sistem manajemen dengan tujuan untuk menjamin bahwa pemasok (perusahaan)
akan menyerahkan barang dan / atau jasa yang memenuhi persyaratan yang telah
ditetapkan. Pengertian tersebut selaras dengan yang dikemukakan oleh Perry L.
Johnson (1997: 6) bahwa “ISO 9000 is a series of quality assurance
standards that were created by the International Organization for
Standardization, based in Geneva, Switzerland. Artinya bahwa ISO 9000 merupakan
serangkaian standar sistem kualitas yang diciptakan oleh Internatinal
Organization for Standardization yang berbasis di Jenewa, Swiss. Berdasarkan
pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa ISO 9000 merupakan suatu standar
yang memegang peranan penting dalam bidang sistem mutu, khususnya yang membahas
pengenda1ian langkah- langkah produksi atau pelayanan dalam lingkup produk atau
jasa.
3.
Sistem Manajemen Produksi TQM
Sistem
Manajemen Produksi TQM mendefinisikan mutu / kualitas memerlukan pandangan yang
komprehensif. Ada beberapa elemen bahwa sesuatu dikatakan berkualitas, yaitu.
·
Kualitas
meliputi usaha memenuhi atau melebihi harapan pelanggan.
·
Kualitas
mencakup produk, jasa, manusia, proses, dan lingkungan. Kualitas merupakan
kondisi yang selalu berubah (apa yang dianggap berkualitas saat ini mungkin
dianggap kurang berkualitas pada saat yang lain).
·
Kualitas
merupakan suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa, manusia, proses
dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan.
Mutu
terpadu atau disebut juga Total Quality Management (TQM) dapat didefinisikan
dari tiga kata yang dimilikinya yaitu: Total (keseluruhan), Quality (kualitas,
derajat/tingkat keunggulan barang atau jasa), Management (tindakan, seni, cara
menghendel, pengendalian, pengarahan). Dari ketiga kata yang dimilikinya,
definisi TQM adalah: “sistem manajemen yang berorientasi pada kepuasan
pelanggan (customer satisfaction) dengan kegiatan yang diupayakan benar sekali
(right first time), melalui perbaikan berkesinambungan (continous improvement)
dan memotivasi karyawan“(Kid Sadgrove, 1995).
4.
ISO 14000
ISO 14000 adalah standar
internasional tentang sistem manejemen lingkungan (Rothery, 1995) yang sangat
penting untuk di ketahui dan di laksanakan oleh seluruh sektor industri.
Mengapa di katakana sangat penting? Itu sangat jelas sekali bahwa segala
aktivitas di semua sektor industri kecil, besar akan berpemgaruh pada
lingkungan yang akan sangat berpengaruh bagi makluk hidup di sekitarnya, bukan
hanya kita sebagai mausia, tetapi hewan dan tumbuhan akan juga mendapatkan
dampaknya. Untuk lebih jelasnya berikut adalah penjelasan tentang ISO 14000,
ISO 9000 dan ISO 14000 telah diimplementasikan oleh 610000 organisasi di 160
negara. ISO 9000 telah menjadi referensi internasional untuk keperluan
manajemen kualitas dan ISO 14000 untuk manajemen lingkungan.
5.
ISO 14001
Sistem manajemen lingkungan merupakan program yang harus
diterapkan oleh setiap pemilik usaha atau perusahaan dalam bidang apapun
sebagai jaminan bahwa usaha yang dijalankan tidak akan mendatangkan potensi
merusak bagi lingkungan dalam operasinya. Agar setiap perusahaan atau usaha
memiliki standar yang sama dalam hal menjalankan sistem operasional dengan
standar ramah lingkungan, sistem manajemen lingkungan yang diterapkan
masing-masing perusahaan harus berdasarkan standar resmi internasional yaitu
ISO 14001.Standar ini wajib dituruti oleh berbagai perusahaan serta bidang
usaha di seluruh dunia dalam hal operasi standar mereka dan yang melanggar akan
menghadapi sanksi formal. Pemberlakuan prinsip-prinsip ISO 14001 berdasar pada
pengertian lingkungan sebagai area di sekeliling wilayah operasi perusahaan
atau organisasi yang mencakup berbagai faktor seperti air, tanah, udara,
habitat makhluk hidup serta masyarakat sekitar. Penerapan prinsip-prinsip
manajemen lingkungan secara optimal harus mencakup semua area ini bila ingin
dianggap sebagai perusahaan yang terpercaya dan beretika. Penerapan sistem
manajemen lingkungan yang utuh dan menyeluruh bukan hanya merupakan kewajiban
sebuah perusahaan melainkan juga sebuah langkah investasi yang bagus dan
berjangka panjang.
6.
OHSAS 18001
Pengertian (Definisi) Sistem
Manajemen K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) secara umum merujuk pada 2 (dua)
sumber, yaitu Permenaker No 5 Tahun 1996 tentang Sistem Manajemen Keselamatan
dan Kesehatan Kerja dan pada Standar OHSAS 18001:2007 Occupational Health and
Safety Management Systems. Pengertian Sistem Manajemen K3 (Keselamatan dan
Kesehatan Kerja) menurut Permenaker No 5 Tahun 1996 tentang Sistem Manajemen
Keselamatan dan Kesehatan Kerja ialah bagian dari sistem secara keseluruhan
yang meliputi struktur organisasi, perencanaan, tanggung-jawab, pelaksanaan,
prosedur, proses dan sumber daya yang dibutuhkan bagi pengembangan, penerapan,
pencapaian, pengajian dan pemeliharaan kebijakan Keselamatan dan Kesehatan
Kerja dalam rangka pengendalian resiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja
guna terciptanya tempat kerja yang aman, efisien dan produktif. Sedangkan
Pengertian Sistem Manajemen K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) menurut
standar OHSAS 18001:2007 ialah bagian dari sebuah sistem manajemen organisasi
(perusahaan) yang digunakan untuk mengembangkan dan menerapkan Kebijakan K3 dan
mengelola resiko K3 organisasi (perusahaan) tersebut. Elemen-Elemen Sistem
Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja bisa beragam tergantung dari sumber
(standar) dan aturan yang kita gunakan. Secara umum, Standar Sistem Manajemen
Keselamatan Kerja yang sering (umum) dijadikan rujukan ialah Standar OHSAS
18001:2007, ILO-OSH:2001 dan Permenaker No 5 Tahun 1996 tentang Sistem
Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
http://qmunk2903.blogspot.co.id/2015/11/standar-teknik-dan-standar-manajemen_26.html