- Tuliskan karakter-karakter tidak ber-etika
dalam kehidupan sehari-hari (5 Contoh dan analisa)
a.
Pemalas.
Sikap malas akan
menjauhi kita dari rizki yang harusnya kita dapatkan. Perilaku seperti ini
harunya dihindari dalam bekerja, karena dalam bekerja kita mempertaruhkan
keluarga. Maksudnya jika kita dikeluarkan dalam pekerjaan maka kita tidak dapat
menghidupi keluarga, dan mengakibatkan keluarga menderita.
b.
Egois.
Sikap egois sangatlah sikap yang membahayakan
dalam pergaulan karena manusia merupakan mahluk sosial yang saling membutuhkan
satu dengan yang lain seharusnya tidak bersikap mementingkan diri sendiri.
Contohnya adalah dalam berpergian memakai kendaraan umum, seharusnya
mendahulukan atau memprioritaskan tempat duduk untuk kaum difabel, orang tua,
dan ibu hamil.
c.
Berbohong
Berbohong adalah
salah satu sikap dimana manusia membuat pernyataan tidak benar dengan tujuan
membuat percaya seseorang. Contohnya adalah mencontek, kegiatan mencontek
adalah salah satu contoh dari kebohongan karena dia tidak jujur terhadap diri
sendiri akan kemampuannya. Kegiatan berbohong dapat menyebabkan ketergantungan,
maksudnya jika iya berbohong sekali maka iya akan berbohong kedua kalinya untuk
menutupi kebohongan yang pertama sampai seterusnya terulang lagi dan lagi.
d.
Pemarah.
seseorang yang
sedang marah cenderung tidak dapat mengkontrol dirinya. Jika dia tidak dapat
mengkontrol dirinya maka akan menimbulkan kerugian baik untuk dirinya maupun
untuk orang lain. Sikap pemarah dapat menjauhkan seseorang terhadap
komunitasnya.
e.
Iri hati.
Iri hati adalah
sikap dimana tidak mengingkan seseorang merasa senang. Sikap ini berbahaya
karena dapat merusak ketenangan dan ketentraman hati. Seseorang yang memiliki
sikap iri hati selalu menginginkan untuk lebih unggul dari pada orang lain
walau dengan jalan apapun. Contohnya jika tetangga kita membeli mobil baru,
seharusnya kita merasa senang karena mereka mendapatkan kenikmatan, bukanya
sibuk mencari sana sini untuk membeli mobil juga walaupun mengorbankan
keluargaanya.
-
Tuliskan aktivitas tidak beretika professional dalam bekerja
sebagai sarjana teknik industry (Beri 5 contoh dan analisa)
a.
Tidak mengikuti peraturan
Seorang pekerja
tidak dapat mengikuti peraturan perusahaan tsb, maka dianggap tidak memiliki
etika professional, karena setiap perusahaan pasti memiliki peraturan-peraturan
yang wajib dilaksanakan.
b.
Tidak konsisten dalam bekerja
Seorang pekerja
melakukan pekerjaan selain dari jobdesk yang telah ditentukan tidak masalah
apabila pekerjaannya telah selesai tetapi jika belum selesai pekerja tersebut
ingin mengerjakan pekerjaan lain hanya karena keuntungannya lebih besar berarti
dia tidak memiliki etika professional.
c.
Tidak dapat menjaga kerahasiaan perusahaan
tempat bekerja
Suatu perusahaan
atau tempat seseorang bekerja memiliki rahasia terutama dalam tujuan untuk bisa
terus mempertahankan eksistensi perusahaan tsb. Apabila seorang pekerja tidak
dapat menjaga kerahasiaan perusahaan tsb, maka dianggap tidak memiliki etika
professional.
d.
Tidak bertanggung jawab dalam menjalankan tugas
Seorang pekerja dalam
melaksanakan tanggung jawabnya sebagai profesional harus senantiasa menggunakan
pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan yang dilakukannya. Jika
tidak, maka dianggap tidak memiliki etika professional.
e.
Memakai jabatan sebagai senjata utama
Seorang direktur
yang baik bukan hanya memerintah dan menerima hasil pekerjaan karyawannya
tetapi juga peduli terhadap bawahannya, memberikan apresiasi dan kepedulian
bagi setiap para pekerjanya, serta terjun langsung untuk mengontrol dan
mengawasi pegawainya, perusahaan akan berjalan dengan harmoni dan berkembang
pesat apabila karyawan dan atasannya dapat bekerja sama dengan baik dan
memiliki hubungan yang baik sehingga setiap pekerja sangat menikmati
pekerjaannya.
- Jelaskan pentingnya
memahami etika profesi untuk
sarjana teknik industri!
Peranan Etika Profesi dalam Bidang Teknik Industri Etika
menjadi atribut pembeda yang membedakan antara manusia dengan mahluk hidup yang
lainnya. Manusia dikatakan sebagai mahluk yang memiliki sebuah derajat yang
tinggi di dunia ini, salah satunya karena adanya etika. Berikut ini adalah
salah satu contoh etika yang telah disepakati oleh suatu organisasi yaitu
tentang kode etik seorang sarjana Teknik Industri dan Manajemen Industri. Semoga
menjadi contoh untuk kita semua. Untuk lebih menghayati Kode Etik Profesi
Sarjana Teknik Industri dan Manajemen Industri Indonesia dalam operasionalisasi
sesuai bidang masing-masing, dan sadar sepenuhnya akan tanggung jawab sebagai
warga negara maupun sebagai sarjana, akan panggilan pertumbuhan dan
pengembangan pembangunan di Indonesia maka kami Sarjana Teknik Industri dan
Manajemen Industri bersepakat untuk lebih mempertinggi pengabdian kepada
Bangsa, Negara dan Masyarakat. Selaras dengan dasar negara yaitu “PANCASILA”
maka disusunlah kode etik profesi berikut ini yang harus dipegang dengan
keyakinan bahwa penyimpangan darinya merupakan pencemaran kehormatan dan
martabat Sarjana Teknik dan Manajemen Industri Indonesia.
PASAL 1: Dalam melaksanakan tugas yang dipercayakan kepadanya
Sarjana Teknik Industri dan Manajemen Industri akan selalu mengerahkan segala
kemampuan dan pengalamannya untuk selalu berupaya mencapai hasil yang terbaik
didalam keluhuran budi dan kemanfaatan masyarakat luas secara bertanggung
jawab.
PASAL 2: Dalam melaksanakan tugas yang melibatkan disiplin
dan pengetahuan lain, Sarjana Teknik Industri dan Manajemen Indutstri akan
senatiasa menghormati dan menghargai keterlibatan mereka, dan akan selalu
mendayagunakan disiplin Teknik Indutri dan Manajemen Industri akan dapat lebih
dioptimalkan dalam upaya mencapai hasil terbaik.
PASAL 3: Sarjana Teknik Industri dan Manajemen Industri
bertanggung jawab atas pengembangan keilmuan dan penerapannya dimasyarakat, dan
akan selalu berupaya agar tercapai kondisi yang efisien dan optimal dalam
segenap upaya bagi perbaikan dalam pembangunan dan pemeliharaan sistem.
PASAL 4: Sarjana Teknik Industri dan Manajemen Industri
mempunyai rasa tanggung jawab yang tinggi dan di dalam melaksanakan tugasnya
tidak akan melakukan perbuatan tidak jujur, mencemarkan atau merugikan sesama
rekan sekerja. PASAL 5: Sarjana Teknik Industri dan Manajemen Industri akan
selalu bersikap dan bertindak bijaksana terhadap sesama rekannya dan terutama
kepada rekan mudanya; selalu mengusahakan kemajuan untuk meningkatkan kemampuan
dan kecakapan, bagi dirinya pribadi, bagi masyarakat maupun bagi pengebangan
Teknik Industri dan Manajemen Industri di Indonesia
- Jelaskan dan uraikan organisasi profesi yang
relevan untuk prodi teknik industri selain PII
a. IIE (Institute of Industrial and System Engineering)
Institute of Industrial
Engineers (IIE) adalah lembaga profesional yang berdedikasi semata-mata untuk
mendukung profesi teknik industri dan individu yang terlibat dengan
meningkatkan kualitas dan produktivitas. Lembaga ini didirikan pada 1948 dan
disebut American Institute of Industrial Engineers sampai 1981, ketika nama ini
diubah untuk mencerminkan basis keanggotaan internasionalnya. Anggota termasuk
mahasiswa baik dan kaum profesional. IIE menyelenggarakan konferensi regional dan
nasional tahunan di Amerika Serikat. IIE bermarkas di Amerika Serikat di
Norcross, Georgia, pinggiran yang terletak di timur laut Atlanta.
b. ISTMI (Ikatan Sarjana Teknik
Industri dan Manajemen Industri Indonesia)
ISTMI sebagai organisasi profesi dari disiplin Ilmu Teknik Industri (TI)
dan Manajemen Industri (MI) di Indonesia lahir pada tanggal 22 Nopember 1986 di
Jakarta. Kelahiran organisasi ini didasari atas pertimbangan bahwa profesi TI
dan MI telah diterima di kalangan yang sangat luas sejak masuknya disiplin
sekitar 16 tahun sebelumnya. Keberadaannya sudah menembus batas-batas
konvensional keteknikan atau keindustrian.
Sumber :