Minggu, 11 November 2012


HUBUNGAN MANUSIA DENGAN KEBUDAYAAN
Pengertian Manusia
Manusia adalah mahluk yang luar biasa kompleks. Kita merupakan paduan antara mahluk material dan mahluk spiritual. Dinamika manusia tidak tinggal diam karena manusia sebagai dinamika selalu mengaktivisasikan dirinya.
jawab atas keputusan yang hidup secara kontinu serta turut menyusun pola berhubungan dan unggul multidimensi dengan berbagai kemungkinan
Apakah itu manusia? Walaupun secara luas kita mengetahui maknanya namun terkadang kita sulit untuk mengungkapkan kata-katanya. Manusia dapat diartikan secara biologis, rohani, kebudayaan, juga campuran.
1.       Manusia sebagai makhluk biologis
Secara biologis manusia dimasukkan ke dalam species homo sapiens, sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi. Menurut beberapa ahli manusia mengalami revolusi dari seekor monyet. Namun pendapat tersebut dapat dibantah oleh pengertian mengenai menurut pengertian manusia dalama bidang lainnya.
2.       Manusia sebagai makhluk rohani/ spiritual
Secara rohani manusia digambarkan sebagai sosok makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, yang diberikan akal budi untuk membedakan sesuatu yang baik dan salah. Manusia juga makhluk yang diberikan jiwa dan roh.
3.       Manusia sebagai antropologi kebudayaan
Secara antropologi kebudayaan manusia diartikan sebagai suatu makhluk yang memiliki kemampuan untuk membentuk kelompok dan berlembaga untuk saling melengkapi satu sama lain.
Seperti makhluk lainnya manusia juga merupakan makhluk sosial, yang memapu menggunakan system komunikasi untuk mengekspresikan perasaan diri dan juga untuk saling berorganisasi. Manusia menciptakan struktur sosial yang kompleks terdiri dari kelompok bekerja sama dan bersaing banyak, dari keluarga ke negara-negara. Interaksi sosial antara manusia telah membentuk berbagai sangat luas nilai-nilai, norma sosial, dan ritual, yang bersama-sama membentuk dasar dari masyarakat manusia. Manusia terkenal karena keinginan mereka untuk memahami dan mempengaruhi lingkungan mereka, berusaha untuk menjelaskan dan memanipulasi fenomena melalui ilmu pengetahuan, filsafat, mitologi, dan agama. Maka terkadang manusia ingin tampil labiha diantara manusia lainnya sehingga hal tersebut lah yang menimbulkan persaingan dan terkadang mengakibatkan manusia mencari keuntungan dengan mengambil jalan pintas.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa manusia merupakan salah satu makhluk biologis yang memiliki sifat-sifat rohani  dan berkemampuan untuk berkomunikasi, menyampaikan ekspresi, akal budi, dan juga keinginan untuk bersosialisasi dan berkumpul.
Definisi kebudayaan
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kataculture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.

Hubungan manusia dengan kebudayaan
Manusia tidak dapat dilepaskan dari kebudayaan, karena kebudayaan diciptakan oleh manusia dan manusia tersebut dan dilestarikan. kebudayaan dari daerah masing masing dan diwariskan secara turun menurun. Kebudayaan tersebut tercipta karena kegiatan sehari hari bahkan kejadian yg telah terjadi dan pola pikir manusia itu sendiri.  Selain manusia  lingkungan juga dapat menciptakan kebudayaan.
kebudayaan  itu berkaitan budi dan akal manusia. Definisi dari kebudayaan itu sendiri adalah sesuatu hal yang dapat memepengaruhi tingkat pengetahuan yang meliputi sistem ide atau gagasan atau pola pikir manusia. Sehingga dalam kehidupan sehari hari secara tidak sadar manusia itu sendiri di pengaruhi oleh kebudayaan. Kebudayaan dapat kita nikmati contohnya musik, tari, dan bahasa.
pada hakekatnya manusia tidak dapat di lepaskan memiliki hubungan yang sangat erat, karena hampir semua tindakan yang manusia lakukan itu dipengeruhi atau menggunakan unsur unsur kebudayaan itu sendiri yang terdiri dari : alat alat teknologi, sistem ekonomi, keluarga dan kekuasaan politik. Manusia mempunyai kedudukan terhadap kebudayaan yaitu :
1.       Pencipta kebudayaan
2.       Memenipulator kebudayaan
3.       Pembawa kebudayaan, dan
4.       Penganut kebudayaan.
Sebuah kebudayaan besar biasanya memiliki sub-kebudayaan (atau biasa disebut sub-kultur), yaitu sebuah kebudayaan yang memiliki sedikit perbedaan dalam hal perilaku dan kepercayaan dari kebudayaan induknya. Munculnya sub-kultur disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya karena perbedaan umurrasetnisitaskelasaesthetikagamapekerjaan, pandangan politik dan gender,
Ada beberapa cara yang dilakukan masyarakat ketika berhadapan dengan imigran dan kebudayaan yang berbeda dengan kebudayaan asli. Cara yang dipilih masyarakat tergantung pada seberapa besar perbedaan kebudayaan induk dengan kebudayaan minoritas, seberapa banyak imigran yang datang, watak dari penduduk asli, keefektifan dan keintensifan komunikasi antar budaya, dan tipe pemerintahan yang berkuasa.
§  Monokulturalisme: Pemerintah mengusahakan terjadinya asimilasi kebudayaan sehingga masyarakat yang berbeda kebudayaan menjadi satu dan saling bekerja sama.
§  Leitkultur (kebudayaan inti): Sebuah model yang dikembangkan oleh Bassam Tibi di Jerman. Dalam Leitkultur, kelompok minoritas dapat menjaga dan mengembangkan kebudayaannya sendiri, tanpa bertentangan dengan kebudayaan induk yang ada dalam masyarakat asli.
§  Melting Pot: Kebudayaan imigran/asing berbaur dan bergabung dengan kebudayaan asli tanpa campur tangan pemerintah.
§  Multikulturalisme: Sebuah kebijakan yang mengharuskan imigran dan kelompok minoritas untuk menjaga kebudayaan mereka masing-masing dan berinteraksi secara damai dengan kebudayaan induk.

Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Kebudayaan



                

Tidak ada komentar:

Posting Komentar