Masyarakat
jawa masih melakukan tradisi tradisi
budaya jawa yang sangat khas, tradisi tradisi tersebut di pengaruhi ajaran dan kepercayaan
hindu-budha yang bahkan masih bertahan hingga saat ini. Tradisi tradisi
tersebut diwariskan oleh leluhur mereka dan sangat dijaga atau dilestarikan
sampai sekarang, mereka sangat memgang teguh tradisi tradisi tersebut.
saat ini penduduk yang tingal di daerah daerah jawa sudah tidak lagi penduduk asli jawa karena banyak suku suku dari luar jawa contohnya tiong-hoa, arab dan lain lain yang datang ke tanah jawa untuk memajukan ekonomi contohnya bergerak dalam perdagangan maupun jasa. Meskipun bahasa indonesia sebagai bahasa resmi bangsa indonesia, mansyarakat jawa masih menggunakan bahasa jawa yang sesuai di daerah masing masing. Bahkan semua seklolah di daerah jawa itu terdapat matapelajaran bahasa jawa.
saat ini penduduk yang tingal di daerah daerah jawa sudah tidak lagi penduduk asli jawa karena banyak suku suku dari luar jawa contohnya tiong-hoa, arab dan lain lain yang datang ke tanah jawa untuk memajukan ekonomi contohnya bergerak dalam perdagangan maupun jasa. Meskipun bahasa indonesia sebagai bahasa resmi bangsa indonesia, mansyarakat jawa masih menggunakan bahasa jawa yang sesuai di daerah masing masing. Bahkan semua seklolah di daerah jawa itu terdapat matapelajaran bahasa jawa.
KOTA SURAKARTA
Surakarta dikenal sebagai salah satu inti kebudayaan Jawa karena secara tradisional merupakan salah satu pusat politik dan pengembangan tradisi Jawa. Kemakmuran wilayah ini sejak abad ke-19 mendorong berkembangnya berbagai literatur berbahasa Jawa, tarian, seni boga, busana, arsitektur, dan bermacam-macam ekspresi budaya lainnya. Orang mengetahui adanya "persaingan" kultural antara Surakarta dan Yogyakarta, sehingga melahirkan apa yang dikenal sebagai "gaya Surakarta" dan "gaya Yogyakarta" di bidang busana, gerak tarian, seni tatah kulit (wayang), pengolahan batik, gamelan, dan sebagainya.
Surakarta dikenal sebagai salah satu inti kebudayaan Jawa karena secara tradisional merupakan salah satu pusat politik dan pengembangan tradisi Jawa. Kemakmuran wilayah ini sejak abad ke-19 mendorong berkembangnya berbagai literatur berbahasa Jawa, tarian, seni boga, busana, arsitektur, dan bermacam-macam ekspresi budaya lainnya. Orang mengetahui adanya "persaingan" kultural antara Surakarta dan Yogyakarta, sehingga melahirkan apa yang dikenal sebagai "gaya Surakarta" dan "gaya Yogyakarta" di bidang busana, gerak tarian, seni tatah kulit (wayang), pengolahan batik, gamelan, dan sebagainya.
- Bahasa
Bahasa yang digunakan di Surakarta adalah bahasa Jawa Surakarta dialek
Mataraman (Jawa Tengahan) dengan varian Surakarta. Dialek Mataraman/Jawa
Tengahan juga dituturkan di daerah Yogyakarta, Magelang timur, Semarang, Pati, Madiun, hingga sebagian besar Kediri. Meskipun demikian, varian lokal Surakarta ini
dikenal sebagai "varian halus" karena penggunaan kata-kata krama yang
meluas dalam percakapan sehari-hari, lebih luas daripada yang digunakan di
tempat lain. Bahasa Jawa varian Surakarta digunakan sebagai standar bahasa Jawa
nasional (dan internasional, seperti di Suriname). Beberapa kata juga mengalami
spesifikasi, seperti pengucapan kata "inggih" ("ya" bentuk
krama) yang penuh (/iŋgɪh/), berbeda dari beberapa varian lain yang
melafalkannya "injih" (/iŋdʒɪh/), seperti di Yogyakarta dan Magelang.
Dalam banyak hal, varian Surakarta lebih mendekati varian Madiun-Kediri,
daripada varian wilayah Jawa Tengahan lainnya.
- Tarian
Solo memiliki beberapa tarian daerah seperti Bedhaya
(Ketawang, Dorodasih, Sukoharjo, dll.) dan Srimpi (Gandakusuma dan Sangupati).
Tarian ini masih dilestarikan di lingkungan Keraton Solo. Tarian seperti
Bedhaya Ketawang secara resmi hanya ditarikan sekali dalam setahun untuk
menghormati Sri Susuhunan Pakoe Boewono sebagai pemimpin Kota Surakarta.
- Batik
Batik adalah kain dengan corak atau motif tertentu yang dihasilkan dari bahan malam khusus (wax) yang dituliskan atau di cap pada kain tersebut, meskipun kini sudah banyak kain batik yang dibuat dengan proses cetak. Solo memiliki banyak corak batik khas, seperti Sidomukti dan Sidoluruh. Beberapa usaha batik terkenal adalah Batik Keris, Batik Danarhadi, dan Batik Semar. Kampung batik yang terkenal untuk para turis adalah Kampung Batik Kauman. Produk-produk batik Kampung Kauman dibuat menggunakan bahan sutra alam dan sutra tenun, katun jenis premisima dan prima, rayon. Keunikan yang ditawarkan kepada para wisatawan adalah kemudahan transaksi sambil melihat-lihat rumah produksi tempat berlangsungnya kegiatan membatik. Artinya, pengunjung memiliki kesempatan luas untuk mengetahui secara langsung proses pembuatan batik bahkan untuk mencoba sendiri mempraktekkan kegiatan membatik.Batik Solo memiliki ciri pengolahan yang khas: warna kecoklatan (sogan) yang mengisi ruang bebas warna, berbeda dari gaya Yogya yang ruang bebas warnanya lebih cerah. Pemilihan warna cenderung gelap, mengikuti kecenderungan batik pedalaman. Jenis bahan batik bermacam-macam, mulai dari sutra hingga katun, dan cara pengerjaannya pun beraneka macam, mulai dari batik tulis hingga batik cap
- pakaian mayarakat surakarta
- Traidisi yang dikalukan mayarakat surakarta
tradisi tradisi atau upacara upacara adat yang dilakukan masyarakat solo tersebut biasanya hanya di lakukan pada hari hari tertentu contohnya :
Tradisi Apem
Sewu
Kirab apem
sewu adalah acara ritual syukuran masyarakat Kampung Sewu, Solo, Jawa
Tengah yang digelar setiap bulan haji
(bulan Zulhijah-kalender penanggalan Islam).
Ritual syukuran itu diadakan untuk mengenalkan Kampung Sewu sebagai
sentra produksi apem kepada seluruh masyarakat sekaligus menghargai para
pembuat apem yang ada di sana. Selain itu, upacara ritual syukuran ini pun dibuat sebagai ungkapan rasa syukur
kepada Tuhan karena desa dan tempat tinggal mereka terhindar dari bencana.
Mengapa begitu? Menurut Ketua Pelaksana Kirab Apem Sewu, Pak Hadi Sutrisno,
letak Kampung Sewu Solo ini adanya di pinggir Sungai Bengawan Solo, termasuk
daerah rawan banjir. Makanya, masyarakat mensyukurinya.
Tadisi
nginang
Tradisi
nginang sudah tidak asing lagi untuk para wanita wanita jawa, mereka sering
melakukan kegiatan tersebut pada waktu senggang. Nginang merupakan racikan yang
terdiri dari tembakau, daun sirih, injet dan gambir. Semua racikan tersebt di
bungkus menjadi satu pada daun sirih
lalu dikunyah. Biasanya yang melakukan nginang tersebut yaitu para wanita yang
sudah lanjut usia.
1. Sekaten
Sekaten merupakan sebuah upacara kerajaan yang dilaksanakan selama tujuh
hari. Konon asal-usul upacara ini sejak kerajaan Demak. Upacara ini sebenarnya
merupakan sebuah perayaan hari kelahiran Nabi Muhammad. Menurut cerita rakyat
kata Sekaten berasal dari istilah credo dalam agama Islam, Syahadatain. Sekaten
dimulai dengan keluarnya dua perangkat Gamelan Sekati, Kyai Gunturmadu dan Kyai
Guntursari, dari keraton untuk ditempatkan di depan Masjid Agung Surakarta.
Selama enam hari, mulai hari keenam sampai kesebelas bulan Mulud dalam kalender
Jawa, kedua perangkat gamelan tersebut dimainkan/dibunyikan (Jw: ditabuh)
menandai perayaan sekaten. Akhirnya pada hari ketujuh upacara ditutup dengan
keluarnya Gunungan Mulud. Saat ini selain upacara tradisi seperti itu juga
diselenggarakan suatu pasar malam yang dimulai sebulan sebelum penyelenggaraan
upacara sekaten yang sesungguhnya.
2.
Malam Satu Suro
Malam Satu Suro
Malam satu suro dalam masyarakat Jawa adalah suatu perayaan tahun baru
menurut kalender Jawa. Malam satu suro jatuh mulai terbenam matahari pada hari
terakhir bulan terakhir kalender Jawa (30/29 Besar) sampai terbitnya matahari
pada hari pertama bulan pertama tahun berikutnya (1 Suro). Di Keraton Surakarta
upacara ini diperingati dengan Kirab Mubeng Beteng (Perarakan Mengelilingi
Benteng Keraton). Upacara ini dimulai dari kompleks Kemandungan utara melalui gerbang
Brojonolo kemudian mengitari seluruh kawasan keraton dengan arah berkebalikan
arah putaran jarum jam dan berakhir di halaman Kemandungan utara. Dalam prosesi
ini pusaka keraton menjadi bagian utama dan diposisikan di barisan depan
kemudian baru diikuti para pembesar keraton, para pegawai dan akhirnya
masyarakat. Suatu yang unik adalah di barisan terdepan ditempatkan pusaka yang
berupa sekawanan kerbau albino yang diberi nama Kyai Slamet yang selalu menjadi
pusat perhatian masyarakat.
3.
Maleman Sriwedari
Maleman Sriwedari
Maleman
Sriwedari adalah lambang reaktualisasi pasar rakyat di kawasan Bonrojo
Sriwedari yang diselenggarakan menjelang Hari Raya Idul Fitri dan beberapa hari
sesudahnya. Maleman Sriwedari merupakan pusat keramaian yang pada awalnya
diadakan oleh raja terbesar Keraton Kasunanan Surakarta, Paku Buwana X
- Makanan khas kota solo
· - Pecel
nDeso
Pecel nDeso adalah pecel yang berasal dari beras merah, dicampur sayur yang berisi dedaunan dan tanaman mulai dari jantung pisang, nikir, daun petai cina, bunga turi dan kacang panjang. Sambal wijen putih atau hitam. Disantap bersama belut goreng, wader pari goreng, telur ceplok, sosis solo, bongko(kacangmerah dan kelapa), gembrot(kelapa dan daun simbukan), otak dan iso gorenga
Pecel nDeso adalah pecel yang berasal dari beras merah, dicampur sayur yang berisi dedaunan dan tanaman mulai dari jantung pisang, nikir, daun petai cina, bunga turi dan kacang panjang. Sambal wijen putih atau hitam. Disantap bersama belut goreng, wader pari goreng, telur ceplok, sosis solo, bongko(kacangmerah dan kelapa), gembrot(kelapa dan daun simbukan), otak dan iso gorenga
· - Nasi
liwet
Nasi liwet adalah makanan khas Solo yang paling terkenal, makanan ini terdiri dari nasi gurih yang di campur dengan sayur labu siam yang di masak sedikit pedas, telur pindang rebus, daging ayam yang disuwir, kumut(kuah santan yang di kentalkan). Penyajiannya biasanya dengan daun pisang yang di pincuk.
Nasi liwet adalah makanan khas Solo yang paling terkenal, makanan ini terdiri dari nasi gurih yang di campur dengan sayur labu siam yang di masak sedikit pedas, telur pindang rebus, daging ayam yang disuwir, kumut(kuah santan yang di kentalkan). Penyajiannya biasanya dengan daun pisang yang di pincuk.
· - Sate
Buntel
Sate buntel adalah sate kambing khas Solo yang terbuat dari daging kambing yang di cincang, kemudian di bakar dan di beri bumbu sate.
Sate buntel adalah sate kambing khas Solo yang terbuat dari daging kambing yang di cincang, kemudian di bakar dan di beri bumbu sate.
· -
Timlo
solo
Timlo Solo adalah hidangan berkuah bening yang berisi sosis ayam yang di potong-potong, telur ayam pindang dan irisan hati dan ampela ayam.
Timlo Solo adalah hidangan berkuah bening yang berisi sosis ayam yang di potong-potong, telur ayam pindang dan irisan hati dan ampela ayam.
· - Tengkleng
Tengkleng merupakan makanan semacam gulai kambing tetapi kuahnya tidak memakai santan. Isi tengkleng adalah tulang-tulang kambing dengan sedikit daging yang menempel, bersama dengan sate usus, sate jeroan , dan otak.
Tengkleng merupakan makanan semacam gulai kambing tetapi kuahnya tidak memakai santan. Isi tengkleng adalah tulang-tulang kambing dengan sedikit daging yang menempel, bersama dengan sate usus, sate jeroan , dan otak.
http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Surakarta
http://www.solocityview.com/wisata-solo/upacara-adat.html
http://www.surakarta.go.id/konten/maleman-sriwedari
http://www.solocityview.com/wisata-solo/upacara-adat.html
http://www.surakarta.go.id/konten/maleman-sriwedari
Tidak ada komentar:
Posting Komentar